Mesin Pencarian Google

Digital clock

Senin, 13 Februari 2012

Nikmatnya Tubuh Ibu Lastri


Aku semakin lama semakin tengelam dalam lumpur kehidupan yang begitu dalam, saat aku sendiri duduk melamun sering kali aku terbayang dengan perbuatan perbuatan yang pernah aku lakukan dengan wanita wanita setengah baya yang pernah tidur denganku. Semakin lama orientasi sex ku berubah!, aku jadi semakin ketagihan melakukan hubungan sexual dengan wanita yang sudah berumur.


Pernah terbersit keinginan untuk melupakan hasrat sexualku yang begitu nyeleneh, namun semakin aku mencoba melupakan semakin pusing kepalaku memikirkannya. Sepertinya aku tidak bisa melupakan kenikmatan demi kenikmatan yang kuraih saat bercumbu bersama mereka. Namun aku tetap tidak melupakan tanggung jawabku sebagai suami, untuk selalu memberikan nafkah lahir dan batin buat indri istriku.

Kasihan sekali Indri!, sering sekali aku bohongi, bahkan tubuhkupun sudah bukan sepenuhnya lagi ia miliki, tubuhku sudah menjadi milik semua wanita setengah baya yang ingin tidur denganku.

Yah, Itulah kehidupan yang aku jalani saat ini.

*****

Dear Mas Pento,

Saya adalah penggemar cerita cerita yang Mas Pento tulis, saya Lastri di jakarta saya mau tanya apakah cerita Mas ini asli atau hanya sekedar khayalan. Kalau memang cerita asli saya mau mencoba segala kenekatan yang Mas Pento miliki.

Thanks

*****

Aku tersenyum, membaca email yang dikirim Lastri, langsung aku balas..

*****

Dear Lastri,

Ceritaku asli!, kalau mau coba kapan dan dimana?

Pento

*****

Setelah kukirim, aku tidak perduli lagi, aku semakin larut dalam pekerjaanku, untung hari ini Ibu Mila sedang keluar negeri mengunjungi anaknya, sehingga aku terbebas dari segala macam rutinitasku yang berhubungan dengan Ibu Mila.

Setelah Istrirahat dan kembali sibuk dengan pekerjaanku, jam 1:30 kubuka emailku, ku lihat Lastri membalas email yang aku kirim.

“Mas Pento, saya mau ketemu Mas Pento hari ini juga ini nomor HP saya 081582834xx”

Langsung kuhubungi nomor HP yang diberikan Lastri padaku
“Hallo siapa nih”, tanya Lastri diseberang sana
“Saya Pento”,
“Hai surprais sekali”.
Setelah bercakap cakap dan saling memperkenalkan diri, aku dan Lastri janjian untuk bertemu. Lastri menungguku di apartemennya di daerah Tb. Simatupang.

Jam 5 sore aku buru buru cabut dari kantorku didaerah timur jakarta menuju kearah selatan yang cukup jauh jaraknya. Untungnya supir taxi yang kunaiki cukup ahli mengemudikan mobilnya, sehingga dalam waktu yang relatif singkat aku sudah sampai di apartement Lastri. Langsung kupencet no HPnya.

“Hai Pento kamu ada di mana?”
“Saya ada di bawah Bu, apakah saya langsung naik atau gimana?”.
“Yah naik saja!, tadi saya sudah bilang sama penjaga di bawah kalau ada yang nyariin saya bernama Pento suruh naik saja”.

Setelah meninggalkan kartu identitas langsung aku menuju lantai 12 tempat Lastri tinggal, setelah yakin nomor pintunya langsung kuketuk. Saat pintu terbuka aku terperangah menyaksikan seorang wanita yang membukakan pintu adalah seorang wanita setengah baya dengan tubuh yang begitu gendut sekali.

“Ayo masuk Pen, jangan bengong begitu dong”, ajak Lastri sambil menarik tanganku dan menutup pintu.
Aku benar benar bingung harus berbuat apa!, apalagi melihat tubuh Lastri yang begitu besar mirip artis Tarida xx, namun aku harus mencoba tenang agar Lastri tidak kecewa.

Lastri seorang wanita setengah baya yang berumur kurang lebih 41 tahun, sudah menjanda dengan 2 orang anak yang semuanya kuliah di ITB bandung. Setelah berbasa basi aku pamit sebentar kekamar mandi dan membasuh tubuhku, didalam kamar mandi aku berpikir alamak ini terlalu besar apa aku bisa memuaskannya? Apa kontolku bisa ngaceng, apa iya aku bisa membuatnya puas? Benar benar merupakan suatu dilema buatku.

Saat aku keluar dari kamar mandi, tanpa basa basi Ibu Lastri langsung menarik tanganku, menyeretku ketempat tidur, langsung memeluk serta menciumi bibir dan mukaku dengan ganasnya. Tanpa ampun lagi!, dan tidak memberiku sedikitpun kesempatan untuk mencumbunya dengan sangat kasarnya Lastri melepaskan pakaian yang kukenakan, dihisapnya putting tetekku, belum habis rasa terkejutku dengan sangat kasar sekali Lastri melepaskan celana berikut celana dalamku, kini aku telanjang bulat

Aku benar benar terkejut sekali dengan cara yang Ibu Lastri lakukan, burungkupun masih tertidur dan engan untuk bangun, tidak seperti biasanya, kali ini burungku benar benar masih tertidur. Kulihat Ibu Lastri melepaskan semua pakaian yang dikenakannya, Ibu Lastri kini sama denganku, dengan tubuh telanjang bulat, Ibu Lastri langsung menerkamku.

Kubiarkan saja Ibu Lastri melakukan semua aksinya!, aku tidak ingin mengecewakannya. Dihisapnya kontolku dengan rakusnya, akhirnya lama kelamaan karena terusik dari tidurnya dengan jilatan jilatan yang begitu nikmat burungkupun bangkit dan tegak berdiri dengan sempurna.

Kemudian Ibu Lastri bangkit berdiri mengangkangi tubuhku yang telentang dan bersiap siap memasukan kontolku kelubang memeknya. Aku begitu ngeri sekali membayangkan tubuh besar Ibu Lastri akan mendudukiku. Diarahkannya batang kontolku kelubang memeknya, sekali tekan amblas semua batang kontolku tertelan memek Ibu Lastri yang sudah sangat basah sekali.

“Ahh..”, rintihnya, Ibu lastripun langsung menggoyang pantatnya maju mudur, memutar pantatnya dan menaik turunkannya dengan sangat cepat sekali, berkali kaki Ibu Lastri menepis tanganku yang mencoba untuk memegangi buah dadanya, Kuikuti kemauannya dan aku hanya terlentang pasrah menerima gempuran gempuran dari memek Ibu Lastri yang semakin lama semakin nikmat.

“Ahh.. Ibu.. sshh enak.. Bu..” Rintihku.
“Iya.. Pen.. Ibu juga enak sekali..”
Beberapa menit telah berlalu, Ibu Lastri terus mengaduk aduk memeknya dengan batang kontolku, akhirnya dengan satu tekanan yang begitu kuat batang kontolku amblas tertelan daging tebal yang empuk dan Ibu Lastri pun melepas orgasmenya.
“Ahh.. Pento.. im.. cumming.. im.. cumming..”, Keras sekali teriakan Ibu Lastri menyambut orgasmenya.
Setelah beberapa saat Tubuh Ibu Lastri rebah kebelakang, untung tidak rebah kedepan kalau sampe menindih tubuhku bisa semaput aku.

Aku yang belum ejakulasi langsung bangkit dan kutindih tubuh Ibu Lastri yang masih rebah terlentang dengan kaki mengangkang tergolek pasrah, tanpa perduli dengan kondisi Ibu Lastri yang lelah karena baru saja mendapat orgasmenya,langsung kutancapkan batang kontol kelubang memek Ibu Lastri yang sangat licin dan basah sekali. Kupompa dengan cepat keluar masuk batang kontolku, Ibu Lastri hanya mendesih dan memejamkan matanya. Berkali kali kontolku terlepas keluar dari lubang memek Ibu Lastri yang sangat basah dan licin sekali sekali, namun semua itu tidak mengurangi rasa nikmat yang kurasakan.

Kuminta Ibu Lastri untuk merubah posisinya, dalam posisi nungging, langsung kutancapakan batang kontolku dengan keras dan kupompa dengan cepat. Akhirnya gairah birahi Ibu Lastri bangkit kembali.

“Ayo.. Pento.. entot yaang keras.. Entotin Ibu.. Pen”.
Akupun semakin bersemangat mengentoti Ibu Lastri yang bertubuh gemuk dengan lemak disana sini, beberapa menit kemudian air kehidupan yang sudah kutahan tahan sejak tadi mendesak desak hendak melepaskan diri.
“Uh.. Ibu.. saya mau.. keluar..”
“Tahan Pen.. Ibu juga mau keluar..”
“Uh.. sshh.. ahh” Rintih kami bersamaan.
Akhirnya aku benar benar sudah tidak sanggup lagi menahan gelombang ejakulasiku yang sudah semakin dekat.
“Arrgg Bu.. aku keluarr dan crett crett crett muncrat sudah spermaku. Belum habis seluruh sperma yang kukeluarkan tiba tiba Ibu Lastri bangkit mendorong tubuhku sehingga aku terlentang, kemudian dengan cepat sekali Ibu Lastri mendudki tubuku dan memasukan batang kontolku kelubang memeknya.

Tanpa ampun lagi Ibu Lastri mengoyang pantatnya dengan cepat dan aku pun berusaha menahan agar batang kontolku tidak menjadi lemas, linu sekali rasanya, namun aku juga tidak ingin Ibu Lastri kecewa karena orgasmenya jadi tertunda karena aku sudah terlebih dahulu mengalami ejakulasi.

Tidak berapa lama kemudian tubuh Ibu Lastri menegang dan goyangan maju mundur pantatnya makin cepat dan semakin tidak teratur, ngilu yang kurasakan berubah menjadi nikmat. Akhirnya dengan teriakan panjang Ibu Lastri melepas orgasme keduanya yang begitu panjang dan akupun kembali mengalami ejakulasi untuk kedua kalinya tanpa sadar aku bangkit dan memeluk tubuh Ibu Lastri dengan eratnya sambil mengigit lehernya.

Ibu lastripun rebah kebelakang, tubuhku ikut terbawa sambil terus berpelukan kami berdua terdiam menikmati sensasi nikmat yang baru saja kami berdua lewati. Pandangan mataku menjadi gelap karena dalam tempo yang sangat berdekatan aku mengalami 2 kali ejakulasi yang begitu nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, saat ejakulasiku datang seluruh syaraf tubuhku menegang, aku merasa terhempas seperti orang yang terjatuh dan kehilangan pegangan, apa yang kurasakan itu adalah orgasme? aku sendiri tidak tahu.

Setelah beristirahat akupun membersihkan diriku dan mengenakan pakaianku bersiap siap hendak pulang. Kulihat Ibu Lastri masih bermalas malasan diranjangnya, kuhampiri sambil kulirik di memeknya, spermaku masih mengalir keluar.

“Ibu, saya mau pamit”
“Kenapa buru buru!, kan masih sore”.
“Maaf Bu!, Ibu kan sering membaca ceritaku, kuharap Ibu mengerti dengan kondisi yang aku alami”.
“Ok.. , deh Ibu maklum kok. Oh ya Pen!, yang pertama luar biasa, dan yang kedua sangat luar biasa”.
“Ah Ibu bisa saja, Ibu juga hebat dan goyangan Ibu juga luar sangat luar biasa” Pujiku.
“Jangan kapok sama Ibu ya Pen, Ibu sangat suka kalau Ibu yang agresif dalam berhubungan badan dan kamu mengerti sekali keinginan Ibu”.

Lemas sekali tubuhku, apalagi sebelum pulang Ibu Lastri memintaku menyetubuhinya sekali lagi, mau tidak mau aku memenuhi apa yang di inginkannya, kembali kami berpacu dalam birahi mengejar sejuta kenikmatan dan akhirnya kami berdua terkapar dalam lelah yang begitu nikmat.

Dalam perjalanan pulang akupun tertidur karena tidak kuat menahan kantuk dan lemas seluruh tubuh dan tulang tulangku. Untung supir taksinya baik hati, sehingga tidak melakukan tindakan yang macam macam.

*****

Buat Ibu Lastri, kalau Ibu membaca Ceritapanas.com dan membaca kisah ini, jangan marah dengan tulisanku yang mungkin membuat Ibu tersinggung, namun jujur saja Bu, aku belum pernah merasakan dalam waktu yang relatif singkat aku mengalami 2 kali ejakulasi.


E N D

3 komentar:

  1. Tentang “Pernikahan, Pria & Wanita”

    1. Orang yang membujang adalah orang yang belum menemukan penghibur duka dan dia baru memperolehnya dengan perkawinan.

    2. Suami adalah orang yang mencari kebahagiaan hidup dengan menghilangkan sebagian kemerdekaannya.

    3. Wanita menghadapi banyak permasalahan; sebagian teratasi dengan kawin dan sebagian yang lain teratasi setelah ia masuk liang kubur.

    4. Mata yang paling indah tetapi juga harus diwaspadai adalah mata kaum wanita.

    5. Jangan menyalahkan perasaan istri anda karena perasaannya yang terbaik ialah ketika ia menerima anda sebagai suami.

    6. Perawan tua ialah wanita yang kehilangan kesempatan menyusahkan seorang pria.

    7. Yang diinginkan seorang gadis dari dunia ini hanyalah seorang suami, dan apabila ia sudah memperolehnya, ia menginginkan segala-galanya.

    8. Wanita bisa memaafkan suatu pengkhianatan suaminya, tetapi dia tidak bisa melupakannya.

    9. Kecantikan wanita tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kemuliaan akhlak dan
    perilakunya.

    10. Sebelum kawin, wanita hafal seluruh jawaban dan sesudah kawin, ia hafal seluruh
    pertanyaan.

    11. Barangsiapa mengawini wanita karena hartanya, maka dia telah menjual kemerdekaannya.

    12. Wanita adalah bintang dan pelita bagi pria. Tanpa pelita, pria bermalam dalam kegelapan.

    13. Wanita lebih cepat daripada pria dalam menangis dan dalam mengingat peristiwa yang menyebabkan dia menangis.

    14. Wanita tertawa bila ia mampu dan menangis apabila ia menginginkansesuatu.

    15. Sirnalah kebahagiaan seorang wanita jika ia tidak mampu menjadikansuaminya kawan yang termulia.

    16. Wanita sangat berlebihan dalam mencintai dan membenci, dan tidakmengenal
    pertengahannya.

    17. Wanita selalu tergolong manusia halus dan lembut sampai saat diakawin.

    18. Tidak mungkin seorang pria hidup berbahagia tanpa didampingi olehistri yang mulia.

    19. Wanita hidup untuk berbahagia dengan cinta, sementara pria mencintai untuk hidup berbahagia.

    20. Kejeniusan wanita terletak di dalam hatinya.

    21. Seorang wanita yang bijaksana menambahkan gula pada kalimatnya setiap kali berbicara dengan suaminya, dan mengurangi garam pada ucapan suaminya.

    22. Cincin kawin adalah cincin termahal di dunia, sebab mengharuskan pemberinya mencicil harganya setiap bulan tanpa henti.

    23. Sesungguhnya tidak ada wanita yang sangat cantik, yang ada ialah kaum pria yang sangat lemah bila berhadapan dengan kecantikan.

    24. Bagi pria, yang terakhir kali mati ialah jantungnya dan bagi wanita adalah lidahnya.

    25. Wanita tidak diciptakan untuk dikagumi semua pria tetapi sebagai sumber kebahagiaan seorang suami.

    26. Pada waktu bertunangan, lelaki banyak berbicara dan perempuan mendengarkan. Pada saat perkawinan, perempuan berbicara dan pengantin lelaki mendengarkan.
    Sesudah perkawinan, suami dan istri banyak berbicara dan para tetangga mendengarkan.

    27. Setiap wanita mempunyai dua mata. Adapun wanita yang cemburu berlebihan mempunyai tiga mata. Satu di sebelah kanan, satu di sebelah kiri dan yang ketiga diarahkan kepada suami.

    28. Wanita pada umumnya takut akan tiga hal : tikus, munculnya uban dan wanita-wanita cantik yang menjadi saingannya.

    29. Istri yang bersikap jujur dan setia kepada suami meringankan setengah beban kehidupan suaminya.

    30. Seorang wanita menghadapi kesulitan apabila ia berada diantara pria yang dicintainya dan yang mencintainya.

    BalasHapus
  2. fadly tinggal di medan,buat ibu2 yg perlu hub fadly di nomor 081376455045

    BalasHapus

Arsip Blog

Klik Iklan Dapat Duit

Entri Populer