Cabung Yuk

Friday, 3 February 2012

weekend dengan sepupu

Kenalkan nama saya Tobias, biasa dipanggil ‘yas’. Pengalaman ini terjadi saat saya masih kelas 2 SMA, dengan kakak sepupuku, Santy.
Saya masih ingat awal kejadiannya di hari Sabtu, kira2 jam 4 sore. Keluarga besar kami terbiasa weekend bersama di hari Sabtu. Namun saat itu Santy sedang ada banyak tugas sekolah (sepupu saya kelas 3 SMA), dan saya ada kegiatan OSIS. Kira jam 1/2 5, ibu sms saya yang sedang di sekolah “yas, kami pergi dulu. kalau ada masalah sms ibu ya”. Saya pun membalas “iya bu, nanti di sms deh. hati2″.
Sepulang saya ke rumah sekitar jam 1/2 7, saya senang sekali karena sepi, karena biasanya saya rebutan nonton tv dengan ayah dan kakak2 saya. Saya langsung mandi, dan makan sambil nonton tv dengan tenang. Tiba2 saya kaget ada sms, saya pikir ibu yang sms, ternyata sepupu saya Santy. “yas, aq mau ke rumah situ ya. pinjam komik, bosen ngerjain tugas sekolah” (maklum koleksi komik saya lumayan banyak). Karena jarak rumah kami tidak terlalu jauh, 10 menit kemudian Santy tiba di rumah. “eh yas, ada komik baru ga?”, tanyanya. “liat aja sendiri di kamar san, sibuk nonton nih”, jawabku santai.
“ya sudah aq bongkar ya komik2mu”, jawabnya iseng sambil masuk ke kamarku. “hei, awas aja berantakan koleksiku san”, jawabku sambil jalan mengikuti dia. Setelah di kamarku, Santy langsung menuju ke lemari khusus koleksi komikku. Dia pun mulai mencari2 komik yang dia suka. “ah, kebanyakan komik cowok ini yas”, katanya. “ya mau gimana lagi, memangnya aq ini apa? masa iya aq koleksi komik cewek”, jawabku sambil membantunya mencari komik2 yang dia suka. “san, itu tugas sekolah sudah selesai belum? kapan dikum…” belum selesai pertanyaanku, aq bagai kesambar petir saat Santy mendapati ‘koleksi’ komik dewasa yang baru kubeli.
“hayooo…apa ini??”, tanyanya sedikit menyindir.
“waduh, jangan san, itu koleksi pribadi. khusus laki2″, jawabku seadanya sambil mengambil komik yang ada di tangannya.
“aq mau coba liat dong yas, memang gimana sih?”, pintanya.
“tanya aja sama temanmu yang sudah pernah baca san”, jawabku.
“ih pelit kamu sekarang, cuma liat sedikit aja masa ga boleh. lapor nih ke tante” katanya dengan mengancam.
“ya sudah..ya sudah..tapi jangan lama2 ya. ntar ketagihan loo”, jawabku bercanda.
“iya..iya..ngga lama kok”, katanya sambil memilih komik dewasa yang mau dia baca.
Aku sedikit gugup melihat dia membacanya, aku pun langsung keluar kamar dan menuju ruang tengah untuk nonton tv. 30 menit kemudian, aku melihat Santy keluar kamar. “hmmm..akhirnya selesai juga. cepat amat bacanya san. bosan ya?? hehehe..”, tanyaku iseng. Tiba2 aku dikejutkan dengan tingkahnya, Santy menuju ke arahku yang sedang duduk di sofa, dan langsung naik ke pangkuanku. “yas, aq ga tahan bacanya. praktek aja yuk”, jawabnya sambil melingkarkan tangannya di leherku. Hampir pingsan aku mendengar kata2 itu dari sepupu sendiri. “san, turun. serius aja kamu sampai bilang gitu”, jawabku gugup.
“ga mau, aq beneran jadi pengen coba sama kamu yas. entotin aku yaa??”, tanyanya. Saat itu aku benar kaget, tidak menyangka sepupuku bisa mengeluarkan kata2 seperti itu. Dan yang lebih membuatku kaget, saat Santy menuntun tanganku memegang susunya lalu dia pun mencium bibirku. Saat itu aku yang tadinya gugup, tiba2 saja menjadi nafsu. Kuremas susunya dengan kuat, sambil membalas ciumannya. “mmmhhhh..mmmhhhhh…”, desahnya tertahan dengan ciumanku. Aku sempat berpikir ini tidak benar karena Santy itu sepupuku, tapi nafsuku lebih menguasaiku. Kulanjutkan meremas susunya dengan kuat. Hanya sebentar saja, kontolku pun sudah menegang. Santy melepaskan ciumannya,
“yas, kok sudah tegang nih??, tanyanya.
“gimana ga tegang kalau kamu nafsu begini”, jawabku.
“hihihi…kamunya juga ikutan nafsu. weeee..”, jawab Santy sambil bercanda.
Santy turun dari pangkuanku, dan langsung menuju kebawah. Dia membuka celanaku semuanya. “hei, mau apa kamu san?”, tanyaku kaget. “aku pengen nyoba semua yang di komik tadi yas. aku hisap ya kontolmu??”, tanyanya. “terserah kamu aja sudah”, jawabku yang memang sudah tak tahan lagi. Santy pun mulai menjilati kontolku dari bawah ke atas lalu menghisapnya.
“uuuggghhh…”, desahku yang baru ini merasakan hisapan di kontolku. “terus san..hisap yang kuat…uuugghhh”, kataku yang sudah tidak tahan lagi. Santy melanjutkan menghisap kontolku, dia menghisap dengan kuat sampai nafsuku jadi semakin besar. “san, ayo ke kamarku saja”, kataku. Kami berdua langsung menuju kamarku dan membuka baju kami masing2.  Astagaa..baru ini aku melihat tubuh sepupuku. Payudaranya yang besar, dan juga aku bisa melihat memeknya yang ternyata indah.  Lebih indah dari gambar2 di komik.  Aku yang sudah tidak tahan, langsung duduk di tempat tidur. Dengan posisi sepupuku yang masih berdiri, aku langsung meremas susunya lagi, dan kulanjutkan dengan menghisap putingnya yang sudah keras.
“aahhh…aaaaahhh…”, desah Santy perlahan.
Aku melanjutkan aksiku, kuhisap putingnya lebih keras, sambil ku mainkan puting yang satunya lagi. “aaaaahhhhhhh….yaaasss….enaaak bangeett..”, teriaknya. “aahhh…aahhhh…terus yas…hisap yang kuat…aaaahhh..lebih kuat lagi yas….ahhhh”, teriak Santy yang sudah semakin bernafsu.
Aku pun mengikuti permintaannya, tapi sekarang aku menggigit putingnya, lalu kutarik, dan kuhisap lagi. “aaaaaahhhhhhhhhhhhh…..yaasss…enaaakkk….”, teriaknya semakin keras.
Aku melepaskan hisapanku dan menyuruhnya berbaring di tempat tidur. lalu kubuka lebar kaki Santy sehingga memeknya terlihat jelas. Lalu kujilati memeknya perlahan. “uuuggghhhh…yas..terus yas…”, desahnya perlahan. Aku meresponnya, aku membuka memeknya dan mencari klitorisnya. Kujilati klitorisnya, kumainkan dengan lidahku.
“aaaahhhhh…disitu yas…enaaakk….uugghhh…uugghhh….”, triaknya menikmati jilatanku sambil menekan kepalaku ke memeknya. Aku pun semakin liar, kujilati klitorisnya dengan cepat lalu kuhisap kuat. “yaaaaasssss….jangaaannnn…aku ga tahaaannn…..aaaaaaahhhhhhhhh”, teriak Santy yang ternyata sudah mencapai klimaksnya.
Kontolku sudah tidak tahan lagi, ingin merasakan memek sepupuku. Aku menuju ke kursi belajarku sambil menarik tangan Santy. “san, ayo naik lagi kesini”,  kataku sambil menuntun Santy ke pangkuanku. Santy pun naik, sambil menuntun kontolku ke memeknya. Perlahan kontolku mulai masuk ke memek sepupuku. Aku yang tidak sabar, langsung menekan tubuh Santy kebawah dan akhirnya kontolku masuk semua ke memeknya. “uuuuugggghhhhhh….”, desah Santy. Santy seperti sudah mengerti yang harus dilakukan. Dia mulai bergerak naik turun.
“ahhh..aahhh…”, desahnya pelan.
“san, lebih cepat lagi geraknya”, perintahku.
Santy pun menurut, dan mulai mempercepat gerakannya. “ugghhh…uugghhhh….yaasss…aaahhh…kontolmu enak banget yaasss…ugghh”, teriaknya bernafsu.
“iya san…memekmu juga enak..lebih cepat lagi san..”, pintaku.
Santy pun lebih mempercepat gerakannya, susunya yang bergoyang membuatku tidak tahan. Aku meremas susunya, lalu kugigit putingnya dan kutarik lagi dengan gigiku. Gerakan Santy yang cepat dan gigitanku di putingnya, membuatnya semakin tidak tahan. gerakannya semakin tidak beraturan karena nafsu…”yaaaaasss…aku ga kuaaaaattt…dikit lagii……..uuuggggggghhhhhhhh”, teriaknya saat mencapai klimaksnya yang kedua.
Aku merasakan kontolku juga sudah tidak tahan, sedikit lagi pikirku. Aku menyuruh Santy turun, lalu kusuruh dia menungging dengan tangan berpegangan ke meja belajarku. Perlahan kumasukkan kontolku ke memeknya dari belakang. “uugghhhh…”, desahku yang merasa enak. Aku mulai menggerakkan pinggulku perlahan, dan Santy pun menyesuaikan dengan irama permainanku.
“uuhhhh….yaass..enak banget di entot kamu…entotin terus yas..teruuss..”.
Mendengar itu aku merasa satu-satunya pria yang bisa memuaskan sepupuku. “iya san…entotin kamu juga enak banget…”, jawabku.
Aku mulai mempercepat gerakanku, sampai terdengar suaranya karena memek Santy yang sudah basah daritadi. Doronganku yang semakin cepat dan kuat, membuat teriakan sepupuku semakin kuat.
“aaaaahhhh…yaasss..kontolmuu enaaakk….entot lebih kuat yaaasss…aahhhhh”, teriakan Santy semakin bernafsu. Aku pun ikut bernafsu mendengar itu. Kurendahkan tubuhku, lalu kuremas susunya yang menggantung. Kutarik putingnya dengan kuat, sambil mempercepat doronganku. “uugghhh..san…memekmu nikmat…ughhh..uuuugghhh”, desahku. Kami berdua semakin bernafsu dan tidak terkontrol.
“aahhhh…entotin memekku yang cepat yass..lebih cepat lagii…aku mau keluaaarr..aahhh..aahhhh”, teriak sepupuku.
“…iya saan..aku entot yang cepat…uughh..uughh..uuuuugghhh”.
Selang beberapa detik, aku sudah tidak tahan lagi. “san aku mau keluar….”, kataku.
“aahhh..yaass..aku jugaa mau keluaarr…keluarin di memekku yaasss…entot yang cepat yaaas..aku ngga tahaaann..aaaahhh…AAAAHHHHHHHHHHHHH”, teriak Santy mencapai klimaksnya yang ketiga.
“saannn..aku juga keluaarr…aahhh..aahhhhhhh..”, teriakku saat spermaku keluar memenuhi memek sepupuku.
Kami yang kelelahan langsung terbaring di tempat tidur. Masih tidak percaya aku melakukan seks dengan sepupuku. “yas, kapan2 entotin aku lagi yaa? aku suka banget”, pintanya. “iya san, aku juga ngga nyangka bakal seenak ini ngentotin kamu. memek kamu bikin aku ketagihan. kalau mau nanti kita cari waktu aja”, jawabku kelelahan.
Setelah hari itu, saat kami berdua sedang ingin melakukan seks. Kami mencari alasan agar tidak ikut weekend dengan keluarga besar kami. Hal ini kami lakukan sampai sepupuku lulus sekolah dan pergi kuliah di luar kota. Nice Weekend….

No comments:

Post a Comment

Recent In Internet

Raja

Blog Archive

Breaking

Entri Populer