Cabung Yuk

Jumat, 14 September 2012

Yanti

Yanti dengan posisi setengah jongkok diatas tempat tidur.. perlahan-lahan.. sangat pelan.. membuka mulutnya.. menghembuskan nafasnya dari mulut.. menerpa ujung kemaluan Wilsen, dan didetik yang lain.. seluruh kemaluan Wilsen telah amblas di mulut pacarku tercinta, Yanti..
"Agghh.." cuma itu yang terdengar dari mulut Wilsen..

Sementara itu.. kemaluan Wilsen tetap terbenam dimulut Yanti.. Yanti tidak bergerak.. hanya membiarkan kemaluan Wilsen bersarang di dalam mulutnya.. Hebat Yanti ini, dia tau cara membuat orang kesurupan dan tergila-gila.. Yanti mulai mengetatkan otot mulutnya.. namun tetap tidak bergerak.. dia merasakan sensasi mengulum kemaluan pria lain selain pacarnya.. dia merasakan dengan jelas.. kedutan-kedutan.. denyutan yang kencang yang berasal dari kemaluan Wilsen.. dia ingin merasakan sensasi ini lebih lama.. Tapi perbuatannya ini membuat 2 orang pria yang disekitarnya menahan nafas, menahan gejolak nafsu.. bertanya-tanya.. apa yang akan diperbuatnya setelah ini..

Setelah puas merasakan denyut-denyut kemaluan Wilsen.. Yanti mulai mengerakkan mulutnya dikemaluan Wilsen.. menarik dan menghisapnya.. dengan perlahan.. seolah mau menarik mulutnya.. tapi dengan tiba-tiba membenamkannya lagi.. menghisap dan menyedot kuat.. didalam mulut Yanti kemaluan Wilsen digelitik oleh lidah liar Yanti.. Yanti sekarang sudah tidak memperdulikan apa-apa lagi.. dia bener-bener menikmati kemaluan orang lain.. sensasi yang dahsyat..

Tiba-tiba Yanti meludahi ujung kemaluan Wilsen.. dan melumurinya disepanjang batang kemaluan Wilsen.. Yanti mulai mengocok batang Wilsen dengan tangannya.. perlahan.. cepat.. perlahan lagi.. sambil sesekali menjilat ujung kemaluan Wilsen.. Tanpa disadarinya.. Yanti ikut mengerang.. bercampur dengan erangan Wilsen.. Wah mereka bener-bener menikmati sensasi ini..

Pembaca.. sungguh sangat menggairahkan suasana saat itu.. erangan mereka berdua.. hmm.. tanpa sadar.. tanganku ikut bermain di kemaluanku yang menjadi keras..
"Yan.. ahh.. plzz.. stop Yan.. gue nggak tahan.. gue dah mau keluar.. plzz.. ugghh.. jangan.." mohon Wilsen yang sperma nya sudah di ujung-ujung..
"Hmm.. ehmm.. nikmati aja.." sahut Yanti singkat.. tanpa memperdulikan Wilsen yang sudah mau keluar..
"Jangan.. gue masih belum menghunjamkan kontol gue di Vag loe.. belum merasakan jepitan dan pijatan vag loe.. jangan.. uhh" ceracau Wilsen yang tidak begitu yakin apakah harus menghentikan kenikmatan ini..

Yanti menjerit-jerit kecil.. sambil mengocok kemaluan Wilsen dengan cepatnya tanpa belas kasihan.. gue nggak mengerti.. napa Yanti tidak menghentikan kocokannya.. Yahh.. mungkin dia ingin pamer kemampuannya..
"Enak..? enak bangsat.. ini yang loe mau khan? loe mau ini khan? elo dah lama inginkan ini kan? bangsat loe.. napa mau berhenti.. keluarkan.. cepat keluarkan.. gue izinin loe keluar.. muncrat dimulut gue.. didada gue.. cepat.." erang Yanti..

Wilsen menjerit keras.. dia tidak dapat membendung lagi arus spermanya.. diremasnya rambut Yanti..

"AAGGHH.. AANJING LOOEE.. Pelacurr.." jerit Wilsen.. tepat saat itu.. Yanti merasakan kedutan yang dahsyat ditangannya yang sedang mengocok kemaluan Wilsen.. dan sedetik kemudian.. terdengar teriakan 3 orang.. Wilsen.. Yanti.. dan Gue..
Wilsen muncrat dengan dahsyatnya di mulut Yanti yang sedang menjilat kepala penis Wilsen.. muncrat terus.. seolah tidak habis-habisnya.. muncrat ke wajah Yanti.. lehernya.. dadanya.. yang terbuka sebagian.. sangat kental pembaca.. kental dan banyak.. inilah akibat menahan sensasi yang sudah lama dipendam..

Penis Wilsen mengecil secara perlahan ditangan Yanti.. yang masih menggenggam kemaluan Wilsen.. pemandangan yang sangat spektakuler.. Yanti dengan wajah yang tidak percaya.. Wilsen juga.. gue juga.. Yanti dengan tangan berlepotan sperma.. dan masih menggenggam kemaluan Wilsen yang menciut.. Wajah.. mulut.. leher dan dada Yanti berlepotan sperma Wilsen..

Kita bertiga terdiam lama.. Wilsen terjatuh baring ditempat tidur dengan sperma yang berlepotan.. Yanti.. yang sedang termangu dan perlahan membersihkan dirinya dengan handuk.. gue.. yang terduduk ditempat tidur.. dengan tangan masih menggenggam kemaluan gue..

Perlahan.. dan tidak terduga.. Yanti perlahan-lahan.. membuka bajunya.. Yanti telanjang.. dengan dada yang montok.. padat.. putingnya yang kecil.. pantatnya yang sekal.. berdiri seolah ingin memamerkan tubuhnya.. rambut kemaluannya yang tipis menggoda.. Oh.. jangankan Wilsen.. gue aja yang sudah sering melihat tubuhnya.. kali ini merasa sangat berdebar.. Yanti telanjang didepan 2 orang cowo.. dengan body language yang hebat.. merangsang.. dengan tatapan matanya yang redup, nanar, dan liar..

Tiba-tiba.. dengan tidak diduga oleh kami 2 orang cowo.. Yanti mengambil posisi membelakangi kami.. dan menekukkan lututnya diatas sofa.. Yanti menungging.. tangannya memegang kepala sofa.. lututnya diatas sofa.. kaki nya terkangkang lebar.. Uhh.. pantatnya yang sexy terlihat.. dan yang paling spektakuler.. celah vaginanya terbuka lebar menghadap kami..

Sungguh kejutan yang dahsyat.. gue sendiri tidak menyangka Yanti akan mengambil posisi seperti itu..
Yanti seolah-olah hendak berkata, "Inilah liang ku.. siapa yang ingin merasakan jepitannya.. inilah liangku.. siapa yang akan menumpahkan spermanya didalam ini..?"
Wilsen yang baru meraih kenikmatannya.. langsung mangambil posisi duduk.. memandang ke arah Yanti.. seolah ingin berkata, "Bangsat.. sengaja ya.. mau mempermainkan gue.. godain gue.. siaall" tentu saja sial.. spermanya baru keluar.. tentu nggak bisa lagi sekarang menikmati tubuh Yanti.. hehe sekarang giliran gue..

Gue menghampiri Yanti yang sedang pamer di sofa.. gue hampiri dari belakang.. penis gue yang sudah tegang.. gue arahkan diliangnya.. Yanti tidak berbalik melihat siapa yang sedang menempelkan penisnya.. Dengan sekali hentakan.. masuklah seluruh batang kemaluan ku didalam vag Yanti.. Yanti menjerit kecil.. kepalanya terdongak.. gue jambak rambutnya.. sambil shake penis gue didalam vag Yanti yang jauh lebih kesat daripada tadi.. maybe nafsunya udah dipuncak..

Erangan kami.. desahan nafas kami bersatu.. menimbulkan sensasi bagi yang mendengarnya.. sejenak gue melirik kearah Wilsen.. yang sibuk seolah menyuruh kemaluannya tegang kembali.. hahaha kasian banget dia.. lagi enak-enaknya tiba-tiba Yanti bergerak menjauh.. sehingga kemaluanku tercabut dari vaginanya.. gue jadi penasaran.. napa lagi nih anak.. Rupanya Yanti bergerak menuju tempat tidur, dimana Wilsen masih terbaring.. dia jalan begitu aja melewatiku.. seolah tidak perduli denganku yang lagi heran..

Dia segera menghampiri Wilsen yang tidak kalah bingungnya.. tiba-tiba Yanti mengangkangi wajah dada Wilsen.. Yanti mengesek-gesekkan Vaginanya yang basah kuyup di dada Wilsen.. Wilsen gelagapan.. terkejut.. karena dada nya digesek oleh vagina yang selama ini dia impikan.. dan sekarang vagina itu tepat berada didepan wajahnya.. Yanti segera mengangkangi wajah Wilsen.. membenamkan vaginanya di wajah Wilsen.. Gue cuman terlongo melihat binalnya pacarku ini.. Yanti seolah tidak perduli bahwa dibawahnya itu adalah Wilsen.. dia terus membenam2kan vaginanya di wajah Wilsen.. tanpa memperdulikan.. apa Wilsen dibawah itu bisa mati kehabisan nafas ato nggak.. Puas dengan itu, Yanti menarik tangan Wilsen.. dan menyentuhkannya didadanya.. Wilsen hanya terbuka mulutnya merasakan sensasi ini.. tapi usaha Yanti berhasil sepertinya.. terlihat batang kemaluan Wilsen mulai berubah bentuk.. walau tidak penuh..

Kemudian.. Yanti meraih tangan Wilsen yang satunya lagi.. dan mengarahkan tangan itu memasuki liang kemaluannya.. Jleb.. 2 jari Wilsen terbenam.. Yanti menjerit kecil.. sambil tersenyum..
"Gimana sen..? hmm? gimana.. elo sanggup lagi?"
Wilsen belum sempat menjawab.. tiba-tiba Yanti sudah berada diantara selangkangan Wilsen.. kembali menghisap-hisap kemaluan Wilsen.. yang menjadi tegang.. Dikocoknya dengan cepat.. dan berseni..

Yanti segera menduduki kemaluan Wilsen.. pas diatasnya.. diduduki oleh pelacurku ini.. Sungguh nakal.. Yanti tidak segera memasukkan penis Wilsen di liangnya.. melainkan hanya menggeseknya saja..
"Ampuunn.. Yan.. kasih gue rasakan didalam vag loe Yan.. plzz.." mohon Wilsen..
"Nikmati aja bangsat.. diam aja loe.. nikmatin aja.. kalo lu banyak bicara.. gue cabut ntar.." erang Yanti yang sedang menikmati sensasi memegang kendali..

Merasa sudah cukup puas menyiksa Wilsen.. Yanti mengangkat pantatnya sedikit.. meraih penis Wilsen yang sudah cukup tegang.. Yanti meletakkan tepat dibibir vag. nya.. perlahan.. Yanti menurunkan Pantatnya.. kepala penis Wilsen melesak sedikit menyeruak masuk membelah liang Yanti.. Keduanya menjerit.. Yanti langsung mencabutnya.. mengeseknya lagi.. melesakkannya sedikit lagi.. Wilsen seperti orang kesetanan.. mulutnya menceracau tidak jelas.. Yanti dengan tenang.. mengarahkannya lagi.. dan dengan tiba-tiba..
"Aagghh.. shitt", Yanti menjerit.. begitu seluruh batang kemaluan Wilsen terbenam didalam vag. nya..
"Yann.. gilaa.. ketat banget.. uhh.. sempit.. hangatt.. gue.. aahh.." tidak jelas ucapan Wilsen.

Yanti seperti orang kesetanan.. seolah tidak perduli pada pasangannya dibawah.. Yanti bergerak sangat cepat.. mengocok vag nya sendiri dengan penis Wilsen.. kelihatannya Yanti tidak perduli apa yang dirasakan Wilsen.. Yanti sekarang sangat liar.. Yanti hanya mencari kenikmatan untuk dirinya.. Wilsen segera mengambil inisiatif.. mulai meremas dada Yanti.. untuk mengalihkan perhatiannya pada orgasme.. Wilsen merasa sedikit direndahkan.. semula dia yang ingin memperbudak Yantiku.. sekarang dia yang diperbudak oleh Yantiku.. Yanti tidak berhenti sekejappun.. terus mengocok vagnya.. menjerit-jerit.. meremas dadanya sendiri.. Gue nggak tahan melihat ini semua.. gue hampiri mereka.. gue jejalkan kemaluan gue dimulut Yanti.. yang dengan antusias dihisap oleh Yanti..

Tiba-tiba.. Wilsen mendorong tubuh Yanti.. Yanti terbaring ditempat tidur.. Wilsen langsung menjejalkan kemaluannya di vag Yanti.. dan memompanya.. sambil meremas-remas dada Yanti..
"Yan.. uuhh.. Yann.. gila banget.. vag lu.. ugghh" ceracau Wilsen
"Bangsat lo.. kentot gue.. puaskan gue.. bangsat loe.." jerit Yanti..
Gue segera membenamkan penis gue di mulut Yanti.. gilaa.. enak bangett.. Gue mau keluar.. shitt..

Pada saat itu.. Wilsen.. mengerang hebat.. meremas dada Yanti dengan kuat..
"YAAN.. gue mau.. aarrhh" belum sempat dia menyelesaikan perkataannya.. tubuhnya mengejang hebat.. tersentak-sentak.. mengeluarkan maninya didalam liang Yantiku..
Yanti menjerit kuat.. merasakan semprotan Sperma Wilsen didalam liangnya.. Saat itu gue udah hampir keluar juga.. segera gue dorong Wilsen.. dan tanpa basa basi.. gue hunjamkan cepat kemaluan gue didalam Vag Yanti.. yang masih berlepotan Sperma Wilsen..

Tidak lama.. tidak lama.. gue jadi orang kedua yang mengejang diatas tubuh Yanti.. jadi orang kedua yang merasakan kenikmatan berejakulasi didalam tubuh Yanti.. Teriakan kami bersatu.. Yanti merasakan sperma kedua yang menyemprot didalam liangnya.. dengan derasnya.. kita berteriak..

Kami bertiga terbaring lemas ditempat tidur.. dengan kemaluan masing-masing yang berlepotan sperma.. terlihat campuran sperma gue dan Wilsen keluar mengalir dari liang Yanti..

Peristiwa Ketiga, Dengan Sang Boss

3 minggu berlalu semenjak peristiwa di hotel. Dalam 3 minggu ini, Wilsen menelepon lebih dari 5 kali, membujukku untuk mengulangi kejadian itu, akan tetapi komitmen tetap komitmen, sekali untuk satu orang.

Dalam 3 minggu ini, kita bercinta biasa-biasa aja, tidak melibatkan pihak ketiga.. namun sebelum memulai, kami sering mengulangi cerita kejadian di hotel dengan Wilsen, untuk membangkitkan gairah. Rupanya pembaca, waktu di hotel, tanpa sepengetahuan saya, ketika saya tidur pulas setelah pertempuran itu, Wilsen masih sempat-sempatnya "Menghajar" Yanti dikamar mandi sekali lagi, ketika Yanti sedang mandi.. Yahh.. walau tidak dalam keadaan penis yang sempurna..:)

Ketika malamnya, Wilsen akan pulang meninggalkan kami berdua, Wilsen masih tidak rela melepaskan Yantiku yang cantik ini, dia memohon-mohon ke Yanti dan ke gue untuk dioralkan oleh Yanti.. Yah.. terpaksa mulut Yanti berlepotan oleh sperma Wilsen untuk yang terakhir kalinya.

Pengalaman kali ini, saya tidak ikut serta, karena sewaktu kejadian ini terjadi, saya kebetulan sedang tugas ke luar kota.. berikut adalah yang diceritakan Yanti kepadaku setelah aku pulang ke kota M.

Yanti bekerja diperusahaan biro perjalanan (Travel Agency) yang cukup terkenal di kota M, sudah lama memang Yanti memberitahu aku bahwa, Bos nya Pak Wono sepertinya menaruh perhatian kepadanya yang agak berlebihan, kadang-kadang memberi bonus gaji yang jumlahnya mencapai 3x lipat gajinya, namun selalu dikembalikan oleh Yanti. Yantiku ini bukan orang yang sembarangan, bukan cewe murahan, dia hanya mau bercinta dengan aku pacarnya, atau dengan orang lain, namun dengan sepengetahuanku.

Pak Wono sering dengan terus terang mengajak Yanti untuk check in di hotel, walau penyampaiannya dengan gurauan, namun Yanti tau jelas, memang itu maunya.. Soalnya hampir semua cewe di travel itu pernah di"Pakai" oleh Pak Wono, hanya Yanti yang termasuk cantik yang masih belum dapat dinikmati oleh bandot tua ini. Bandot tua ini, berperawakan tinggi besar, gemuk, perut besar, yahh tampang Boss lah. Tetapi menurut teman Yanti yang pernah bercinta dengan Pak Wono ini, penis Pak Wono termasuk besar, walau jarang bisa keras 100%, namun ukuran panjang dan diameternya tergolong besar.

Singkatnya, suatu hari, aku sedang keluar kota selama 1 minggu, Yanti tetap bekerja seperti biasanya, tiba-tiba Yanti dipanggil ke dalam kantor Pak Wono,

"Yan, laporan keuangan bulan lalu, kok nggak diserahkan sama saya.." tanya Pak Wono
"Iya Pak, belum selesai, sedang dikerjakan oleh Jenny.. ntar saya suruh dia cepat.." ucap Yanti cepat.
Yanti gugup karena saat bertanya mata Pak Wono terus bersarang ke arah dada Yanti yang memang memakai baju agak turun dada kali ini, sehingga belahannya walau sedikit, tetap kelihatan.
"Oh ya.. beberapa hari ini, saya lihat, kamu pulang sendirian, mana pacar kamu?"
"Pacar saya lagi keluar kota Pak, lusa udah balik kok.." jawab Yanti
"Wahh.. tar malam, kamu sendiri donk?ini malam minggu khan? Apa kamu mau..?"
"Nggak deh Pak, saya ada janji mah teman ntar malam!" Yanti memotong ucapan Pak Wono.

Yanti segera keluar dari kantor Pak Wono, dengan wajah yang masam.. Waktu berlalu sampai saatnya pulang kerja.
Yanti berdiri di trotoar menunggu taxi.. tiba-tiba..
"Yan, naik.. saya antar kamu pulang.. diujung jalan macet, nggak ada taxy yang lewat, mana udah mulai hujan nih" tiba-tiba Pak Wono muncul tepat didepan Yanti, mengajak Yanti ikut.
"Ngg nggak deh Pak, saya dijemput kok.. lagian.." Belum selesai Yanti berkata, tiba-tiba Dhuaarr.. Hujan turun dengan derasnya.. tidak tanggung-tanggung..
"Cepat naik.. basah ntarr.." desak Pak Wono.

Mau tidak mau, Yanti terpaksa naik ke mobil Pak Wono.. Pak Wono cuma senyum-senyum, senyum kemenangan kali! Sepanjang jalan, mereka cuma diam.. diam.. dan diam..
"Yan.. kamu.." tiba-tiba Pak Wono membuka pembicaraan.
"Kamu kenapa sih, selalu ketus sama saya? Kamu tahu tidak, saya sudah sejak lama terobsesi sama kamu.." ucap Pak Wono terus terang.
"Bapak ini gimana sih.. saya ini kan seumur anak Bapak, lagian saya sudah punya pacar, terobsesi gimana? terobsesi punya anak seperti saya?" Sahut Yanti ringan..
Namun Yanti sendiri tahu dia sudah salah bicara, jelas ini suatu jawaban untuk semakin memberi bandot tua ini kesempatan.

"Ahh.. kamu ini, bukan gitu.. terus terang aja yah.. Yanti.. Bapak pengen bercinta sama kamu.. dan cuma kita berdua yang tahu.. Bapak janji deh.. trus Bapak tahu Yanti bukan tipe cewe yang bisa dibayar, jadi Bapak cuma minta kemurahan hati kamu.. melayani Bapak, mewujudkan obsesi Bapak.."
"Terus terang Yan, Bapak kalau lagi bercinta sama perempuan lain, selalu membayangkan kamu.. jadi tolong Bapak deh, sekali ini saja.." Mohon Pak Wono, yang terus terang saja.. perkataan Pak Wono cukup membakar gairah Yanti..
"Sialan nih bandot, kata-katanya buat gue tersanjung.. gue jadi bergairah.. jangan-jangan vagina gue dah basah neh.. tapi nggak ah.. biar gimana pun nggak boleh selingkuh.." Pikir Yanti dalam hati.
"Nggak deh Pak, nggak bisa.. bener nggak bisa.." jawab Yanti.
"Kenapa.. kan cuma kita yang tahu.." desak Pak Wono.
"Nggak Pak.. nggak bisa.. pokoknya nggak bisa..!" Tegas Yanti.
"OK deh.. kalau gitu Bapak minta dikasih lihat dada Yanti aja deh.. Dada kamu sangat bagus.." desak Pak Wono lagi.
"Tidak Pak.. tidak bisa.. saya bukan perempuan seperti itu.. OK deh.. Bapak turunkan saya sekarang.." ucap Yanti yang tidak menyadari Pak Wono sudah membawa mobilnya ke suatu lokasi perumahan yang sedang dibangun, dan sangat sunyi.

Tiba-tiba Pak Wono berhenti, dan Clik.. central Lock.. Yanti terperangkap didalam mobil! Suasana sangat sunyi.. Yanti terdiam, Pak Wono diam, langit sudah gelap.. jalanan sangat sepi.. ditambah hujan sangat deras..
"Bapak.. mau apa?" ucap Yanti agak gemetar..
"Kamu mau turun kan? Coba aja kamu turun sendiri.." ejek Pak Wono yang tahu pasti Yanti tidak berani turun.

Tiba-tiba dengan sangat tenang.. Pak Wono memundurkan Jok Kursinya ke belakang.. dengan sangat tenang, Pak Wono membuka sedikit kaca mobil, mengambil rokoknya sebatang, menyalakannya, dan menghisapnya dalam.. Yanti kebingungan dibuatnya.. Tiba-tiba.. Pak Wono membuka ritslueting celananya, tanpa basa basi langsung mengeluarkan penisnya! Penisnya yang masih lemas, terbaring lemas diluar celananya.. Pak Wono membuang rokoknya..
"Pak.. kamu jangan macam-macam.. saya nggak mau.." ucap Yanti gemetar.
"Tenang aja.. Bapak nggak maksa kamu kok.." jawab Pak Wono enteng.

Ternyata Pak Wono, secara tidak terduga.. mulai mengelus-elus batang kemaluannya sendiri.. Yanti terkejut melihatnya.. sekilas jelas terlihat oleh Yanti batang Pak Wono yang masih lemas, namum memang berukuran jumbo..
"Glekk.. belum tegang aja udah segitu.. gimana kalo tegang ya.." ucap Yanti dalam hati.. yang mulai terbawa suasana..

Sementara itu Pak Wono seperti tidak memperdulikan Yanti yang disampingnya, Pak Wono sibuk mengelus, meremas, dan mengocok kemaluannya sendiri, dan mendesah-desah sendirian.. Suasana dalam mobil mulai panas, Yanti sebenarnya sudah terangsang oleh keadaan ini, dia merasakan vaginanya mulai mengeluarkan cairan.. tapi Yanti tetap menjaga imagenya dengan bersikap tenang.. seolah tidak terpengaruh dengan apa yang sedang dikerjakan Pak Wono. Pak Wono semakin liar, suaranya semakin keras, Yanti melirik ke arah Pak Wono.. yang dengan cepat mengocok penisnya..

"Shiitt.. gilaa.. gede amat.. udah tegang tuh.." ucap Yanti dalam hati, yang sekarang bener-bener ikut terangsang.
Yanti menyadari andai Pak Wono sedikit saja memaksanya sekarang, dia pasti melayani Pak Wono.. Yanti berkali-kali melirik kearah kemaluan Pak Wono yang sudah membengkak, urat-uratnya jelas terlihat, kepala penisnya yang merah dan besar.. Yanti terangsang..

"Agghh Yan.. tolong saya Yan.. Saya sudah hampir.. Yann" erang Pak Wono..
Sedetik kemudian dengan gerakan yang sangat cepat.. Pak Wono menarik tangan Yanti.. dengan cepat sekarang entah bagaimana, Yanti sedang menggenggam kemaluan Pak Wono yang hampir meledak. Jelas terasa kedutan-kedutan, denyutan yang cepat..
"Plzz.. Yann.. bantu saya.. saya pengen keluar ditangan kamu.. plzz.. aahh" erang Pak Wono..

Yanti yang sudah terbakar nafsunya.. dan memang sudah pengen.. mulai menggerakkan tangannya perlahan mulai mengocok kemaluan Pak Wono..
"Aduuhh.. Yan.. thx.. saya sudah duga kamu mau.. kocok Yan.. cepatt.. Yann.. Bapak sudah mau keluar.." Kembali Pak Wono mengerang.

Yanti tidak dapat lagi membendung arus nafsunya.. dia sudah sangat terangsang sekarang, begitu tangannya merasakan denyutan kemaluan Pak Wono, nafsunya sudah tidak terbendung lagi.. tanpa diperintah.. Yanti dengan cepat dan tidak terduga, membungkuk, dan memasukkan penis Pak Wono ke mulutnya.. Yanti mengoral Pak Wono!
"Agghh.. apa yang kamu lakukan.. kamu menghisap kontolku.. aarrhh iya.. teruss.. Yan.. aarrhh" jerit Pak Wono yang shock dengan apa yang dilakukan Yanti.
"Hmm.. hmm" Terdengar gumam Yanti yang sedang menghisap-hisap kemaluan Pak Wono.

Yanti tidak tahu kenapa dia senekat ini, namun membayangkan seorang pengagumnya berejakulasi gara-gara dirinya.. gairah Yanti meledak-ledak. Dengan ganas Yanti menyedot kemaluan Pak Wono yang sampai sekarang belum percaya pada apa yang dialaminya.. Yanti menjilati seluruh batang kemaluan Pak Wono, Yanti baru kali ini menemukan batang kemaluan yang begini besarnya.. memang harus diakui, batang kemaluan Pak Wono besar, namun tidak terlalu keras, Yanti tanpa sadar sedang mengocok batang Pak Wono, sementara mulutnya menjilat dan mengulum buah pelir Pak Wono..

"Yaann.. saya.. aahh sudah.. aahh stop Yan.. saya sudah mau keluar.. stop.. saya tidak mau berakhir.." erang Pak Wono..
Yanti tiba-tiba juga merasa, tidak mau berakhir secepat ini, dia masih ingin mempermainkan Pak Wono yang memiliki batang gede, Yanti masih mau membuat Pak Wono merasakan kenikmatan bersamanya, membuat Pak Wono tidak bisa melupakan kenikmatan berejakulasi yang dibantu oleh Yanti..
"Pak Wono.. enak..? Mau yang lebih enak..? Gue buat Pak Wono enak mau nggak.." ceracau Yanti disela-sela kesibukannya menjilat testis Pak Wono, dimana kocokannya diperlambat, untuk mencegah Pak Wono ejakulasi..
"Aahh.. mau Yan.. plzz.. puasin saya.."
"Baiklah.. tapi ini cuma sekali seumur hidup ya.. Bapak cuman merasakan yang seperti sekarang ini dengan saya, hanya sekali.. itu komitmen.. dan saya mau 10 juta.. bersedia..?" ucap Yanti tiba-tiba sambil mengocok cepat batang Pak Wono..
"Lonte kamu.. ahh.. pelacurr.. kamu mau dibayarr.. aahrr" Pak Wono belum sempat menyelesaikan perkataannya, karena Yanti dengan kuatnya menyedot kepala kemaluan Pak Wono..
"Mau enak nggaak.. mau yang lebih enak nggak..? Mau muncrat di dalam vagina gue nggak?" jerit Yanti di tengah kesibukannya..

Pak Wono, sudah pasrah.. dia cuma mengangguk-angguk.. Yanti langsung mengocok kuat dan cepat batang kemaluan Pak Wono yang sudah mememerah.. terasa dengan cepat sangat denyutan-denyutan dan kedutan di sepanjang batang Pak Wono, Yanti mengetahui sebentar lagi Pak Wono akan ejakulasi.. Tepat.. sedetik setelah cairan pertama keluar dari ujung kemaluan Pak Wono.. Yanti tidak menghentikan kocokannya..
"STooPP.. aarrhh Bapak keluaarr" Teriak Pak Wono..

Saat itu, dengan sigapnya.. Yanti menghentikan kocokannya.. dan segera menekan keras tepat di pangkal batang kemaluan Pak Wono, diatas anus.. ditekan kuat oleh Yanti..
"ARRHH.. aahh.. apa yang kamu lakukaann.." jerit Pak Wono, yang sedang mengalami orgasme.. namun tidak berejakulasi.. tidak menyemprotkan maninya..
"Gilaa.. gila kamuu.." desah Pak Wono yang menikmati orgasmenya yang aneh.. Yanti cuma tersenyum saja.. melihat Pak Wono kebingungan.., "Kemana maniku..?", pikir Pak Wono..
"Tenang Pak.. Bapak masih bisa kok.. ini trik multi orgasme namanya.. orgasme tanpa muncrat.. jadi Bapak masih bisa merasakan jepitan vaginaku sekarang.. masih mau Pak?" tanya Yanti.

Segera mereka pindah ke Jok belakang.. Yanti melepas CD nya, dan menarik roknya ke atas.. terpampanglah vagina Yanti, Pak Wono terbeliak melihat pemandangan itu. Yanti langsung menduduki kemaluan Pak Wono yang masih agak lemas akibat orgasme, tapi berkat trik yang dilakukan Yanti, walau sudah orgasme, Pak Wono belum kehilangan gairahnya..

Yanti terus menggesek batang kemaluan Pak Wono di bibir vaginanya.. sementara itu Pak Wono sedang berusaha untuk membuka baju Yanti, dan bra Yanti.. tidak lama usahanya berhasil, sangat kontras.. tangan Pak Wono yang besar itu, sekarang berada diatas dada Yanti yang putih, mulus, Pak Wono meremas-remas dengan bernafsu.. Yanti dengan sabar tetap menggesek batang kemaluan Pak Wono yang belum juga siap tempur..
"Aagghh bergesek begini saja sudah enak Yan.. apalagi masuk.." erang Pak Wono..
"Huh.. ini belum seberapa.. kalau Bapak punya kamampuan.. cepat selipkan batang Bapak di vagina saya.. cepat.." Pancing Yanti.. untuk membakar semangat Pak Wono.

Benar saja.. tidak seberapa lama kemudian, Yanti merasa perubahan di kemaluan yang sedang didudukinya itu.. mulai mengeras.. dan dengan perlahan.. perlahan.. mulai menyeruak masuk di liang vagina Yanti..
"Aahh.. masuk Pak.. masuk kepalanya .. enakk.. gede.. padat.. uugg" giliran Yanti yang mengerang nikmat..
"Itu belum seberapa Yan.. NIHH.." Belum selesai perkataan 'NIHH' itu, Pak Wono sudah menghunjam batang kemaluannya keatas.. dan akibatnya.. seluruh batang kemaluan Pak Wono tertelan masuk di dalam vagina Yanti.. JLEEBB..
"Aarrhh anjing looee.. anjing loo.. bandott.. aahh" Maki Yanti.
"Hugghh kesatt.. pelacurr.. vagina loe kesat bangett.." Balas Pak Wono.. mereka sudah melupakan bahwa mereka adalah atasan dan bawahan.. saling maki, saling jambak, saling pukul.. saling meraih kenikmatan..

Yanti belum terbiasa oleh kemaluan Pak Wono yang besar.. tidak bisa bergerak dengan leluasa, terasa sangat padat memenuhi vaginanya.. Pak Wono yang sudah berpengalaman mengambil alih permainan.. dengan menghunjam dalam dalam kemaluannya.. dalam ritme yang perlahan.. namun dalam.. ini membuat Yanti seperti orang kesurupan..
"Kocok cepatt.. bandott tuaa.. cepatt.." desak Yanti.
"Hugghh.. hhuugghh.." hanya itu yang terdengar dari mulut Pak Wono, yang tetap mempertahankan kecepatannya..

Yanti tidak bisa lagi.. tidak tahan.. Yanti memegang pundak Pak Wono.. segera mengenjot Pak Wono.. menaik turunkan pantatnya dengan cepat.. sebentar dangkal.. sebentar dalam..
"Yann.. aahh.. jangan begitu Yan.. mau keluaarrhh.. aahh" jerit Pak Wono yang tidak tahan diperlakukan seperti itu.
Spermanya sudah mulai berdesak-desak mau keluar.. Yanti sampai dapat merasakan kedutan denyutan penis Pak Wono di dalam vaginanya..
"Anjing gila.. bandot nggak tau untung.. enak loe.. ngentotin dan muda seperti gue.. huuhh.. bini loe bisa buat gini nggak.." desah Yanti sambil mempercepat goyangannya.. tanpa memperdulikan Pak Wono yang sudah mau ejakulasi..
"AArrhh.. nggak .. nggak.. belum pernah merasakan yang seperti ini.. kesatt.. saya.. saya.. sudah.. aarrhh"
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Pak Wono.. menumpahkan begitu banyaknya sperma yang sudah tertahan sedari tadi.. berkali-kali.. bertubi-tubi.. muncrat didalam vagina Yanti.. yang tersentak-sentak setiap merasakan sperma Pak Wono menyemprot..

Kedua manusia yang beda umur dan generasi itu berpelukan.. dengan nafas yang masih menderu-deru.. kemaluan Pak Wono masih terbenam di vagina Yanti.. terlihat.. dari sela-sela kemaluan Yanti.. terlihat.. sperma Pak Wono yang begitu banyak dan kental.. keluar.. mengalir keluar.. membasahi jok mobil.. terus turun ke lantai..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Raja

Entri Populer