Cabung Yuk

Kamis, 21 Februari 2013

vita


Aku punya seorang pacar yang kuliah di salahsatu universitas ternama yang berlokasi di daerahGrogol. Karena berasal dari daerah jawa Timur,maka pacarku tinggal di sebuah kost khususmahasiswi. Saya sendiri sudah bekerja, dan jugaberasal dari universitas yang sama. Secarakeseluruhan, pacarku sangat baik, setia dancantik, tetapi masih konvensional, alias tidak mauberhubungan sex sebelum menikah secara resmi.

Sebaliknya, saya termasuk laki-laki yangmempunyai libido tinggi. Sementara ini sayahanya bisa memuaskan nafsu birahi saya denganmasturbasi, tetapi keadaan berubah 180 derajatsetelah saya jadian dengan pacarku.Setelah pulang kerja, saya langsung mengunjungikost pacarku yang bernama Fransisca. Sayabagaikan masuk ke sebuah alam erotis ketikamengunjungi kostnya. Ada sekitar 8 penghuniyang terdiri dari mahasiswi tingkat 1 sampaitingkat 4 (Fransisca telah sampai pada tingkat 4),satu diantaranya yang tingkat 3 memiliki wajahyang cantik, namun badannya tidak selangsingFransisca. Namanya Vita, kamarnya ada di lantai3. Aku sering membayangkan bersetubuhdengan Vita, dan penisku memberikan reaksiyang sangat menyenangkan, yaitu orgasme. Akusering bermasturbasi sambil membayangkanVita, sampai akhirnya timbul sebuah ide nekatdan gila di benakku. Disinilah awal daripetualanganku yang nekat.


Aku memutuskan untuk mencuri celana dalamVita. Telah beberapa kali aku naik ke lantai 3bersama dengan Fransisca, di lantai 3 ada sebuahrak khusus yang digunakan oleh pembantu kostuntuk menaruh pakaian yang telah dicuci.Bagusnya lagi, masing-masing rak telah diberinama supaya memudahkan pengambilan olehpemilik baju (dan tentunya memudahkanku jugauntuk mengambil celana dalamnya).

Suatu sore ketika aku berkunjung, anak-anak kostyang lain bergerombol keluar untuk makanmalam. Kebetulan juga, Fransisca sedang mandi,biasanya memakan waktu sekitar 15 sampai 25menit. Aku mempunyai banyak waktu untukmelaksanakan rencanaku. Dengan jantung yangberdebar keras, keringat membasahi tubuhku,perasaan was-was dan tentunya penisku yangberdiri kegirangan. Terdapat 3 buah celana dalamyang berbahan licin dan halus di bawah 3 tumpukBH nya. Langsung kuambil yang berwarna kulit(ada 2 warna; satu berwarna pink dan sisanyaberwarna kulit) dan kutempelkan pada wajahhorny ku dan kuhirup aromanya. Sayangnyayang tercium hanyalah wangi pelembut cucian,tetapi tetap tidak mengurangi rasa horny ku.

Segera kumasukkan ke kantong celanaku danmeninggalkan TKP untuk menghindari resikoyang tertangkap yang memalukan. Aku kembalimenunggu di lantai 2 dengan perasaan yangberdebar-debar takut ketahuan.4 jam kemudian aku sudah sampai rumah.Langsung kumasuki kamar mandi, kulepas celanadan dan celana dalamku, kejantananku sudahbasah dan siap untuk menerima hadiah yangtelah ditunggu-tunggu. Dengan perasaan deg-deg-an ku keluarkan celana dalam Vita dan sekalilagi kutempelkan pada wajahku. Kuposisikan sisidalam yang langsung bersentuhan dengan bibirvaginanya pada hidungku. Meskipun hanyatercium wangi dari pelembut, kubayangkan akusedang menghirup aroma exotis dari vaginanya.

Secara refleks, lidahku terjulur keluar dankubayangkan sedang menjilati celah cintanya.Penisku makin bertambah keras dan panjang.Kuposisikan bagian selangkangan celanadalamnya di kepala kejantananku, kemudiankubalutkan bagian lain dari celana dalamnya padabatang penisku. Tangan kiriku menggenggampenisku yang terbungkus oleh pengganti vaginaVita dan langsung mengocoknya denganperlahan-lahan. Gesekan yang terjadimenimbulkan rasa sedikit perih pada penisku,tetapi hilang secara berangsur-angsur karenadilumasi oleh cairan pra ejakulasiku. Iramamasturbasi kupercepat. Getaran-getaran listrikyang erotis terus membombardir syaraf-syarafpenis dan otakku. Akhirnya orgasme pun datangdengan indah. Tangan kananku menyingkapsebagian dari celana dalam Vita untukmengeluarkan kepala penisku.

Sebetulnya aku ingin sekali mengeluarkan cairankenikmatanku pada celana dalamnya, tetapi ituakan meninggalkan bukti yang jelas. Tigasemprotan panjang dan kuat mengawali arusorgasmeku yang indah. Setelah kenikmatanduniawiku berakhir, ku lepas celana dalamnyadari penisku dan mengamatinya. Terdapat bercakbasah yang disebabkan oleh cairan pra orgasmeku. Di satu pihak aku ingin sekali meninggalkanjejak birahiku, tetapi di lain pihak aku takutketahuan. Kalau ketahuan akan sangatmemalukan dan menyusahkan.

Kuputuskanuntuk membiarkan apa adanya, kusimpan CDtersebut pada kantong celanaku dan kulanjutkandengan mandi.Malamnya aku bermasturbasi kembali dengan CDVita. Benar-benar pengalaman yangmenegangkan dan seksi.

Keesokan sorenya keadaan masih kondusif dankukembalikan CD yang telah kunodai dan kuambillagi yang lain, kali ini berwarna merah muda.Berbahan tipis licin dan halus dengan sedikit rendabermotif pada bagian depan. Hal ini terusberlanjut, terkadang hanya ada sebuah CD padatumpukan bajunya, sehingga aku terpaksa harusmelakukannya dengan cepat di wc kos. Mingguberikutnya aku dikejutkan dengan impianku.Ketika ku hirup aroma dari CD nya, aku menciumsesuatu yang sudah kukenal dengan baik, dankejantananku pun membenarkannya. Akumencium aroma exotis dari CD nya. Bagian CDyang bersentuhan langsung dengan surgaduniawinya terasa agak lembab dan kaku. Tidaksalah lagi, ini adalah aroma segar dari maducintanya. Setelah sampai di rumah, ku tempelkanCD Vita pada mulut dan hidungku, dan kuhirupdalam-dalam. Jantungku berdebar kencangkarena kegirangan tetapi ada juga rasa takut yangmenyelimuti pikiranku.

Apa maksud dari semua ini? Tapi saat ini aku tidakpeduli. Langsung kubalutkan penisku dengan CDnya dan masturbasiku terasa beda, lebih indah,lebih menggetarkan. Kali ini aku benar-benarhilang dalam kenikmatan yang dihasilkan olehpenisku. Sampai akhirnya madu murnikubertemu dengan madu cinta Vita. Entah berapagelombang kenikmatan orgasmik yang kualami.

Ketika tersadar, bagian selangkangan CD nya telahdipenuhi dengan madu kental berwarna putihkekuningan.

Keesokan harinya kukembalikan CD yang kuambilkemarin dan kutukar dengan yang baru. Celanadalamnya juga masih memiliki aroma exotis yangsama. Tidak terlihat perubahan pada sikap danekspresi wajah Vita ketika kami saling bertemupandang. Hari berikutnya aku dikejutkan dengancelana dalam Vita yang benar-benar masih basah,aromanya benar-benar segar dan memabukkan.Sepertinya Vita baru saja selesai bermasturbasidan sengaja membiarkanku menemukannya.

Kesadaranku telah diambil alih oleh penisku,langsung aku masuk kamar mandi yang letaknyaberseberangan dengan kamar Vita. Kepalakejantananku tidak henti-hentinya bergetar ketikabagian selangkangan yang basah itu menempeldengan lembut dan hangat. Baru saja kukocokbeberapa kali, tiba-tiba terdengar ketukan padapintu kamar mandi. Aku terkejut dan dengancepat menyimpan kembali kejantananku danmengantongi CD Vita, dan berpura-puramenyiram closet.

Ketika pintu kubuka, Vita berdiri tepat dihadapanku dan mendorongku kembali dalamkamar mandi. Kali ini Vita juga berada didalamnya. Keringat dingin bercucuran daritubuhku. Tangan-tangan Vita langsung merogoh-rogoh semua kantongku dan akhirnya iamendapatkan celana dalamnya yang kusimpan dikantong belakang.

“Aku sudah tahu.. Ko Indra lah pelakunya..”ungkap Vita.Tiba-tiba Vita langsung membuka celanaku danmengeluarkan penisku yang sempat melemaskarena shock. Dengan kedua tangan ia membelaidan meremas-remas dengan lembut peniskuyang sudah basah. Rasa horny dan keringatdingin masih menyelimuti tubuh dan pikiranku.

Namun, kejantananku kembali berereksi di dalambelaian Jari-jari Vita yang cekatan. Pandangan Vitaterus terpana pada penisku. Ketika penisku sudahmencapai ketegangan maksimalnya, mulut Vitasedikit terbuka, nafasnya memburu sambilmengeluarkan desahan halus. Kedua tangannyadengan perlahan namun mantap bermain dengankejantananku. Suara di dalam hatiku mengatakaninilah saatnya, lagipula aku yakin Vita bukan lagiseorang gadis perawan.

Kuangkat dagunya sehingga aku dapat melihatwajahnya dengan dekat. Ia menginginkannya,itulah ekspresi yang tertulis jelas pada wajahnya.Langsung kucumbu bibirnya yang segar dankedua tanganku langsung menyingkap bagianbawah daster berwarna putih yang dimulai daripertengahan paha. Kejantananku bergetar danmenjadi lebih keras dan panjang. Vita tidakmemakai celana dalam, pantatnya yang lembutdan kenyal ku remas-remas. Demi menghematwaktu, tangan kiriku langsung mendarat dilembah cintanya yang kebanjiran, dan tangankananku menuju puncak buah dadanya (jugatanpa BH). Dadanya yang berukuran 36C kuremas-remas dan klitorisnya pun mendapatkanpelayanan istimewa dari jari-jariku.

Tubuh Vita tak henti-hentinya bergetar danmempercepat irama kocokan tangannya padapenisku. Ku senderkan Vita pada dinding kamarmandi, kuangkat kaki kirinya, kemudian tangankiriku menuntun kejantananku menuju lembahcinta duniawi. Vita hanya berdiri pasrahmenunggu penisku. Ketika ujung kepala peniskubersentuhan dengan bibir vaginanya yang basahdan hangat, Aku pun sempat bergetar. Perlahan-lahan kudorong masuk kepala penisku. Tidak adahambatan dan gesekan yang bearti, karena celahcintanya benar-benar basah dan licin. Mulut Vitaterbuka lebar, matanya tertutup rapat.

Kudorong lagi sampai hampir setengah daripanjang penisku, kemudian kutarik keluar dankudorong masuk lagi. Sedikit demi sedikitakhirnya seluruh penisku sudah tertanam didalam vaginanya yang sempit dan basah. Untuksesaat aku tidak bergerak dan merasakan dinding-dinging liang cintanya mendekap kejantananku.

Kulihat jam tanganku, hanya tersisa 10 menitsebelum Sisca keluar dari kamar mandinya.Vita memelukku dengan erat, aku langsungmenyetubuhinya dengan perlahan-lahan. Setiaptarikan dan dorongan menciptakan sensasi erotisyang sangat indah. Irama kupercepat bagaikanpiston mobil yang memompa dalam putaranmesin yang tinggi. Desahan dan erangan Vitamakin membuatku bernafsu, apalagi tidak sampai2 menit Vita sudah meluncur ke alam orgasmeyang tiada batasnya. Aku jadi berpikir, siapa yangsebenarnya lebih horny dan menikmatipermainan ini. Jawabannya sudah jelas.

“Penisnya besar dan kuat sekali..” Vitamembisikkan kata-kata tersebut di telingakusambil terus menikmati persetubuhan ini.“Memangnya kamu belum pernah ketemu yangsebesar ini?”Vita menggeleng, “Punya cowokku cuma 5 cmdan kurus..”“Jadi lebih enak yang mana?” tanyaku.“Tentu saja punya Ko Indra, rasanya benar-benarpas..”Vita yang baru berumur 20 tahun benar-benarcocok dengan seleraku. Aku paling suka bercintadengan daun-daun muda. Vita, daun mudakuyang cantik, akan kubuat dia tidak dapatmelupakan persetubuhan ini. Setelah Vita selesaimenikmati sisa-sisa orgasmenya, ia melepaskandiri dari dekapanku dan berlutut di hadapankejantananku.

Lidahnya terjulur dan menyapu sepanjang batangpenisku yang basah diselimuti oleh maducintanya. Dengan cekatan Vita menjilati penisku,kemudian mengulum kepala penisku yangmerah. Mulutnya yang hangat ditambah dengantarian liar yang dilakukan oleh lidahnya membuatpenisku berdenyut-denyut seperti orgasme.Untuk beberapa saat ia hanya mengulum kepalapenisku, kudorong kepalanya dengan lembut.Vita mengerti apa yang kuinginkan, ia mulaimelahap seluruh batang penisku. Ia sedikitmengalami hambatan yang disebabkan olehpanjangnya kejantananku. Namun ronggamulutnya dengan cepat dapat beradaptasi,sehingga Vita pun bercinta dengan kejantanankumenggunakan mulutnya. Guncangan kuatmengawali orgasmeku yang kencang dan hebat.Vita sempat tersedak dan mengeluarkan peniskudari dalam mulutnya. Kupegang penisku sambilmengocoknya, mulutnya yang terbuka menjadisasaran tembak madu kejantananku. Beberapatetes maduku mengenai hidung dan pipinya.

Pemandangan yang erotis sekali. Vita menutupmulutnya dan langsung menelannya. Kemudianpenisku kembali hilang di dalam mulutnya.Lidahnya sibuk menyapu sisa-sisa maduku dandihabiskan semuanya.Kusuruh Vita berdiri, ia menatapku denganexpresi puas dan nakal, senyumnya yang manjaditambah dengan noda madu putihku yangmasih menempel di wajahnya membuat kuhorny lagi. Jari telunjuk dan tengah tangankanannya menyapu hidung dan pipinya,

kemudian jarinya langsung dikulum di dalammulutnya.Sudah saatnya aku keluar dan menunggu ditempat biasa. Vita dengan cepat menyelipkanselembar kertas kecil ke kantong celanaku. Kertasitu berisikan no telepon Vita.Vita membantuku merapikan baju dan celanaku.“Besok, jangan ambil celana dalamku lagi..”Timbul rasa kecewa di dalam hatiku.“Langsung saja..” Vita menempelkan tangankupada pintu kenikmatan duniawinya.

Aku yakin ia telah merasakan arti sebenarnya daribercinta. Meskipun kilat, namun menimbulkankesan yang dalam. Kuhapus keringatku dengantissue dan menyambut Sisca yang baru selesaimandi.Setelah hari ini hampir setiap hari kami bercintakilat di kamar mandi lantai 3. Vita menjadi tempatpelampiasan nafsuku yang menggebu-gebu.Hubunganku dengan Vita hanyalah murni sebataskenikmatan seksual, karena kami sangatmenikmatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Raja

Arsip Blog

Entri Populer