Cabung Yuk

Tuesday, 3 December 2013

Cerita Panas Dewasa: Kisah Pramugari Cantik Yang Haus (18+)

Dalam postingan saya kali ini, saya akan menceritakan suatu pengalaman nyata dan menarik yang telah diceritakan oleh saya dari tetangga saya sendiri. Di harapkan bagi anda yang belum berusia 18 tahun ke atas agar segera mengabaikan tulisan ini dan meninggalkan postingan saya kali ini.


Ilustrasi (Bukan Pelakon Sebenarnya)
Sebut saja namanya Fitri. Dia adalah seorang wanita muda yang cantik yang tinggal persis di depan rumah saya dan mungkin bagi siapa saja lelaki yang melihatnya, akan jatuh hati sampai-sampai ingin segera menikahinya. Dia berprofesi sebagai pramugari profesional disalah satu maskapai penerbangan ternama di Indonesia. Usianya masih sangat muda sekitar 26-29 tahun dan secara fisik, Fitri termasuk dalam kategori cantiknya luar biasa yang memiliki daya pikat tinggi terhadap laki-laki. Potongan tubuhnya pun bisa dibilang sangat bagus sebab dia juga rajin mengikuti berbagai jenis olahraga wanita, sehingga jika di perhatikan, lekukan tubuhnya sangat indah dan pasti perempuan manapun yang melihatnya, akan ingin menjadi sepertinya.
Walaupun Fitri memiliki anugrah fisik yang super indah, karir yang tinggi, dan usia yang masih sangat muda, sampai saat ini Fitri belum memiliki pacar ataupun suami yang sewajarnya saat ini Fitri sudah miliki. Fitri masih harus fokus dulu terhadap karirnya dulu sampai nanti jika ia sudah merasa berkecukupan, barulah Fitri akan membuka hatinya kepada lelaki yang akan meminangnya sebagai sang Istri dan tentunya tidak sembarang laki-laki.
Suatu malam setelah Fitri selesai bekerja sekitar pukul 12 malam di Bandara, Fitri berniat pulang ke rumahnya untuk beristrahat melepas penat yang seharian ini disibukkan penuh oleh pekerjaannya. Biasanya sepulang kerja, ia di jemput oleh Ratna, adiknya. Namun saat itu, Ratna yang juga berniat akan menjemput kakaknya di bandara tiba-tiba mobilnya mogok, mesinnya tidak bisa menyala. Ratna menyarankan kakaknya agar pulang dengan naik taksi saja.  Iya, Fitri sudah menunggu lama tetapi taksi yang kosong tak kunjung lewat. Fitri semakin gelisah bercampur capek karena dia ingin sekali pulang ke rumahnya. Tiba-tiba, tak jauh dari tempatnya berdiri menunggu, ada sorotan lampu panjang dari sebuah mobil sedan merek BMW yang datang mengarah kepadanya. Mobil itu berhenti tepat didepan Fitri. Fitri memasang ekspresi penasaran dengan melihat ke mobil itu. Kaca mobil itu perlahan-lahan terbuka dan ternyata yang mengendarai mobil itu adalah mas Arman. Mas Arman tidak lain dan tidak bukan adalah Co-Pilot yang seharian tadi terbang bersamanya. Dalam pertemuan itu, terjadilah percakapan yang melibatkan antara Fitri dan mas Arman.
Fitri        :           Eh mas Arman, bikin kaget saja, saya kira siapa tadi.
Arman    :             Hey Fit. Hehehe iya ini saya, kamu kok sendiri? Gak pulang?
Fitri       :            Iya nih mas soalnya tadi adik saya mau jemput tapi mobilnya rusak, jadi saya tunggu   taksi   tapi taksinya tidak lewat-lewat dari tadi padahal saya udah mau pulang soalnya capek           banget.
Arman  :               Oh gitu? Yaudah Fit, naik mobil aku aja ntar ku antar pulang.
Fitri        :               Beneran mas? Aduh maaf ya jadi ngerepotin.
Arman  :               Iya Fitri, gak apa apa kok.
Fitri pun akhirnya pulang bersama mas Arman dengan mobil sedan yang dibilang mewah itu. Sesampai dirumah Fitri, tiba-tiba mobil mas Arman mogok juga karena bahan bakarnya habis total, pom bensin juga jauh dari sini. Untung saja Fitri adalah orang yang bijaksana. Untuk membayar jasa mas Arman tadi, Fitri mengijinkan mas Arman untuk menginap dirumahnya malam ini.
Rumah Fitri memang kelihatan sunyi sekali. Karena rumah tersebut hanya dihuni oleh dua orang, yaitu Fitri dan Ratna, adiknya. Mas Arman kemudian dipersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu, lalu disuguhkan segelas susu putih hangat dan beberapa keping biskuit choco chips oleh Fitri.
Waktu telah menunjukkan pukul 1:30 Pagi, saatnya mereka untuk masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Mas Arman tidur di kamar tamu yang telah di sediakan oleh Fitri yang letaknya berjejeran dengan kamar Fitri dan Ratna.
Dan disinilah kejadian yang tidak bisa Fitri lupakan.
Beberapa jam kemudian, kira-kira sekitar pukul 3:30 Pagi, Fitri terbangun dari tidurnya. Badannya terasa gerah karena suhu kamarnya begitu panas malam itu, tenggorokannya pun terasa kering. Fitri merasa begitu haus sekali. Fitri perlahan bangun beranjak dari tempat tidurnya. Dengan mengenakan tank top hitam yang ketat sampai menampakkan belahan dada dan putingnya dan celana super pendek yang sexy, Fitri keluar dari kamarnya menuju dapur. Fitri berjalan mengendap-endap karena takut akan membangunkan Ratna dan Mas Arman karna langkah kakinya yang berisik. Kamar fitri memang berjejeran dengan kamar Ratna Dan Kamar tamu yang di dalamnya ada Mas Arman yang sedang tertidur.
Langkahnya begitu cepat setelah melewati kamar Ratna seiring dahaga yang kuat yang tengah menerpanya. Namun, setelah berada didepan kamar mas Arman, Fitri menghentikan langkahnya karena melihat pintu kamar mas Arman Tidak tertutup. Fitri mencoba menengok dan melihat apakah mas Arman sudah tidur atau belum. Fitri menengok ke dalam kamar mas Arman dan alangkah terkejutnya Fitri ketika melihat mas Arman tertidur pulas dengan tidak memakai baju, namun hanya memakai celana dalam. Fitri pun tersenyum melihat mas Arman, Fitri kemudian mencoba menutup pintu kamar tersebut perlahan-lahan dan Fitri melanjutkan langkahnya menuju dapur.

Sesampai di dapur, Fitri langsung membuka kulkas dan mengambil sebotol air dingin sejuk. Fitri menuangkannya dalam gelas dan meminumnya dengan cepat. Setelah meminum air tersebut, Fitri kembali ke dalam kamar untuk tidur kembali sambil menyalakan AC di kamarnya. Begitulah kira-kira kisah mengenai seorang pramugari cantik yang haus.

No comments:

Post a Comment

Recent In Internet

Raja

Breaking

Entri Populer